STRATEGI CO BRANDING OREO DENGAN SUPREME

Penulis

  • Albertus Sudarmanto Institut Manajemen Wiyata Indonesia
  • Jesaya Ginting Ilmu Komunikasi Institut Managemen Wiyata Indonesia
  • Veronika Sari Prihandayani Institut Manajemen Wiyata Indonesia
  • Wilogo Siwi Pamungkas Institut Manajemen Wiyata Indonesia

Kata Kunci:

Co-branding, Oreo, Supreme

Abstrak

Persaingan dalam dunia bisnis yang semakin ketat menyebabkan pelaku usaha bisnis dituntut untuk mempunyai suatu keunggulan kompetitif agar mampu bersaing di pasaran. Salah satu strategi yang dilakukan perusahaan adalah dengan Co-branding atau Colaboration Branding atau penggabungan merek. Co-branding merupakan format kerjasama antara dua atau lebih merek yang sudah memiliki pengakuan secara signifikan dalam pasarnya. Dan produk yang dihasilkan dari co-branding ini bersifat unik, tidak biasa, bahkan produk co-branding biasanya dijual secara terbatas atau limited edition. Salah satu wujud produk hasil Co-branding adalah Oreo dengan Supreme. Co-branding ini merupakan kolaborasi antara brand Supreme yang pada dasarnya adalah brand di bidang fashion, berkolaborasi dengan Oreo yang pada dasarnya adalah brand produk makanan.

Jurnal ini mengulas tentang Co-branding antara Oreo dan Supreme dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Dan menunjukkan bahwa strategi dari Co-branding yang dilakukan Oreo Supreme menghasilkan produk baru yang premium dan memberikan pengaruh yang signifikan dalam dunia bisnis.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Lance Lauthesser, Chiranjeev Kohli, and Rajneesh Suri, “2+2 A Frame Work To Using CoBranding To Leverage A Brand,” Brand Management 11, no. 1 (2003): 35.

Kotler and Keller, Manajemen Pemasaran.

Bernd Helmig, Jan-Alexander Huber, and Peter S. H. Leeflang, “Co-Branding: The State of the Art,” Schmalenbach Business Review (2008): 359–377.

Bernd Helmig, Jan-Alexander Huber, and Peter Leeflang, “Explaining Behavioural Intentions toward Co-Branded Products,” Journal of Marketing Management 1 (2016)

Rhenald Kasali, Pop Marketing Dalam Konteks Pemasaran Indonesia (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2006).

Tom Blacket and Bob Boad, CoBranding The Science Of Aaliance (London: InterbrandMacmillan Business, 1999).

https://www.kompasiana.com/rakinramadhan1063/61d5623206310e08497f2f32/oreo-supreme-dan-ketenarannya

https://www.cantika.com/read/1343321/sebab-oreo-supreme-mahal-padahal-harga-aslinya-hany

‘Co - Branding’, 1, 2006, 116–20.

https://eprints.umm.ac.id/83018/2/BAB%201%C2%A0.pdf

Vika Nurpriyanti and Ratih Hurriyati, ‘PENGARUH KINERJA CO-BRANDING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (Survei Pada Mini Market Penjual Es Krim Wall’s Selection Oreo Di Kecamatan Cikajang - Garut)’, Journal of Business Management Education (JBME), 1.1 (2016), 100–116 <https://doi.org/10.17509/jbme.v1i1.2281>.

https://travel.kompas.com/read/2020/05/14/193738927/apa-istimewanya-oreo-supreme-sampai-dijual-rp-269-juta-satu-bungkus?page=all.

Diterbitkan

2023-05-15

Cara Mengutip

Sudarmanto, A., Ginting, J., Prihandayani, V. S., & Pamungkas, W. S. (2023). STRATEGI CO BRANDING OREO DENGAN SUPREME. Marketgram Journal, 1(2), 89–93. Diambil dari https://e-journal.naureendigition.com/index.php/mj/article/view/120