Wulla Paddo (Kajian Teologis Sikap Pemuda Kristen Sumba Terhadap Kuburan Adat Di Kampung Adat Tarung Sumba Barat)

Penulis

  • Joice Priska Sango Ate Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Kata Kunci:

Kuburan Adat, Pemuda Kristen, Wulla Paddo

Abstrak

Tujuan penelitian ini yaitu untuk membahas mengenai “Wulla Paddo” (Kajian Teologis Sikap Pemuda Kristen Sumba terhadap Kuburan Adat di Kampung Adat Tarung Sumba Barat). Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan mewawancarai 1 orang tokoh adat Kampung Tarung dan 2 orang perwakilan Pemuda Kristen. Analisis data dilakukan secara reduksi yang menjelaskan hasil penelitian bahwa, adanya sikap pemuda Kristen Sumba terhadap kuburan adat di kampung adat Tarung Sumba Barat, yaitu: Pertama, aktifitas berziarah ke makam merupakan suatu sikap penghargaan kepada tokoh-tokoh yang sudah meninggal dengan meninggalkan kenangan keteladan suci yang patut diteladani oleh orang Kristen. Secara teologis tempat-tempat bersejarah termasuk makam para tokoh dijadikan sumber inspirasi untuk memperteguh iman kepada Allah. Kedua, sikap pemuda Kristen Sumba ketika hendak melakukan penginjilan di Kampung Tarung masih mengalami kesulitan karena kebiasaan bersiarah di kuburan adat Sumba telah menjadi pegangan penganut marapu (aliran kepercayaan) yang melakukan ritual-ritual di sekitarnya. Ketiga, pemuda Kristen Sumba melihat secara antropologis kebudayaan religius bahwa masyarakat Marapu meyakini kuburan adat yang diletakkan di depan rumah untuk berkomunikasi dengan roh orang yang sudah meninggal, dengan meletakkan sirih pinang, nasi sesajen, daging dan juga api yang dibakar dalam sabut kelapa, itu semua diyakini bahwa arah orang meninggal dapat melindungi kehidupan warga yang masih hidup.

Unduhan

Diterbitkan

2023-08-23

Cara Mengutip

Priska Sango Ate, J. (2023). Wulla Paddo (Kajian Teologis Sikap Pemuda Kristen Sumba Terhadap Kuburan Adat Di Kampung Adat Tarung Sumba Barat). Jurnal Adijaya Multidisplin, 1(04), 855–. Diambil dari https://e-journal.naureendigition.com/index.php/jam/article/view/771