Knowledge Processing Menggunakan Clustering Pada Identifikasi Ketersediaan Fasilitas Kesehatan Terhadap Keluhan Masyarakat Indonesia Tahun 2025
Kata Kunci:
Ketersediaan, Fasilitas Kesehatan, TeknologiAbstrak
Informasi adalah data yang telah diolah dengan cara tertentu dan memiliki nilai yang relevan secara kontekstual untuk digunakan dalam pengambilan keputusan, sedangkan data adalah fakta mentah yang tidak memiliki makna. Hubungan antara pengetahuan, data, dan informasi menunjukkan bahwa pengetahuan akan terus berkembang selama proses pengambilan keputusan. Studi ini menganalisis ketersediaan fasilitas kesehatan terhadap keluhan masyarakat di Indonesia pada tahun 2025. Data yang digunakan meliputi jumlah tenaga medis, keluhan masyarakat, dan fasilitas kesehatan di berbagai wilayah. Algoritma K-Means digunakan untuk mengelompokkan data studi berdasarkan atribut yang sebanding. Skor silhouette juga digunakan untuk menghitung jumlah cluster yang ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penemuan pola tertentu memungkinkan transformasi data menjadi pengetahuan. Data yang telah dikumpulkan dimasukkan ke dalam beberapa kategori yang menunjukkan ketersediaan fasilitas kesehatan serta tingkat keluhan masyarakat. Terdapat tiga kategori: rendah, sedang, dan tinggi. Akibatnya, pengolahan pengetahuan memiliki kemampuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kondisi lapangan yang sebenarnya. Selain itu, proses pengolahan pengetahuan dalam penelitian ini melibatkan interpretasi pola dan pengambilan makna dari hasil clustering; ini menunjukkan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengolahan data dan informasi biasa. Penggunaan teknik pengolahan data dan pengelolaan database merupakan komponen penting dalam mendukung proses pengolahan pengetahuan, sehingga hasil yang diperoleh dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan terkait.

