Konsep Khalifah Dalam Q.S. AL-Baqarah Ayat 30 Perspektif Hermeneutika Paul Ricoeur
Kata Kunci:
Khalīfah, Paul Ricœur, Tiga Mimesis, Etika dan Tanggung JawabAbstrak
Penelitian ini menganalisis makna konsep khalīfah dalam Al-Qur’an, khususnya pada
Q.S. al-Baqarah ayat 30, dengan menggunakan pendekatan hermeneutika Paul Ricœur. Tujuannya adalah mengungkap evolusi semantik dan dimensi moral dari istilah khalīfah yang mengalami perubahan makna dari masa pra-Islam hingga pembacaan modern. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan analisis hermeneutik melalui tiga tahap: prafigurasi (mimesis I) untuk menelusuri makna khalīfah dalam konteks sosial- budaya Arab pra-Islam; konfigurasi teks (mimesis II) untuk memahami bagaimana Al- Qur’an menstruktur ulang istilah ini menjadi amanah kosmis dan etis; serta refigurasi (mimesis III) untuk melihat bagaimana pembaca kontemporer memaknai kembali konsep khalīfah sebagai tanggung jawab moral, ekologis, dan spiritual manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna khalīfah tidak hanya berkaitan dengan kepemimpinan atau suksesi politik sebagaimana digunakan dalam tradisi pra-Islam, tetapi merupakan konsep etis yang menekankan tanggung jawab manusia sebagai penjaga bumi (stewardship). Pendekatan hermeneutika Ricœur mengungkap bahwa khalīfah mencakup dimensi kesadaran diri, etika sosial, dan hubungan manusia dengan alam, sehingga melampaui pembacaan literal dan historis. Implikasi penelitian ini adalah memberikan perspektif baru dalam memahami istilah Qur’ani melalui pendekatan filosofis dan kontekstual yang relevan dengan tantangan modern, seperti keadilan sosial dan krisis lingkungan. Penelitian ini juga memberikan kontribusi teoritis bagi pengembangan studi tafsir, filologi Arab, dan hermeneutika Islam kontemporer, khususnya dalam membaca ulang konsep-konsep kunci Al-Qur’an secara lebih reflektif dan transformatif.

