Self-Reward dan Kebiasaan Nongkrong di Coffeeshop pada Remaja
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan faktor-faktor yang memengaruhi kebiasaan nongkrong remaja di coffeeshop dengan meninjau tiga aspek utama, yaitu self-reward, konformitas sosial, dan marketing mix (product, price, place, promotion). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 20 remaja berusia 15–21 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner 10 item skala Likert dan dianalisis secara deskriptif melalui perhitungan persentase pada setiap aspek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-reward merupakan faktor paling dominan (85%), menandakan bahwa aktivitas nongkrong digunakan remaja sebagai bentuk penghargaan diri dan strategi regulasi emosi setelah aktivitas yang melelahkan. Aspek place dalam marketing mix menempati posisi penting berikutnya (80%), menegaskan bahwa kenyamanan, estetika interior, dan suasana ruang berpengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung. Konformitas sosial memiliki pengaruh yang lebih rendah (60%), namun tetap berperan sebagai penguat pilihan kelompok. Secara keseluruhan, kebiasaan nongkrong remaja lebih dipengaruhi oleh kebutuhan psikologis dan preferensi terhadap suasana tempat dibandingkan sekadar mengikuti teman. Temuan ini memberikan pemahaman mengenai pola konsumsi remaja dalam konteks budaya nongkrong modern.

