Implementasi Rekam Medis Elektronik Belum Menjamin Ketepatan Kode Diagnosis Kasus Gagal Ginjal

Penulis

  • Praptana Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
  • Piping Asgiani Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
  • Dewi Retno Pamungkas Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
  • Reza Iqbal Suhada Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
  • Ida Aninda RSU Mitra Paramedika

Kata Kunci:

Implementasi RME, Kasus Ginjal, Ketepatan Kode, Prosentase

Abstrak

Gagal ginjal merupakan penyakit kronis dengan angka kematian tinggi dan pembiayaan besar oleh BPJS Kesehatan. Salah satu kendala utama dalam klaim BPJS adalah ketidaktepatan kode diagnosis. Implementasi rekam medis elektronik (RME) diharapkan dapat meningkatkan akurasi kode diagnosis dengan memperbaiki keterbacaan dan kelengkapan informasi medis. Penelitian kuantitatif dengan desain studi kasus ini membandingkan ketepatan kode diagnosis sebelum dan setelah implementasi RME di RSU Mitra Paramedika. Sampel terdiri dari 400 kasus gagal ginjal, masing-masing 200 kasus sebelum dan sesudah implementasi. Ketepatan kode diagnosis sebelum implementasi RME sebesar 89% dan setelah implementasi meningkat menjadi 90%, dengan selisih hanya 1%. Ketidaktepatan kode masih terjadi akibat inkonsistensi penulisan dan pemilihan kode diagnosis. Implementasi RME belum menunjukkan perbedaan signifikan dalam meningkatkan ketepatan kode diagnosis. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi penyebab utama ketidaktepatan guna meningkatkan kualitas dokumentasi rekam medis.

Unduhan

Diterbitkan

2025-02-13

Cara Mengutip

Praptana, Piping Asgiani, Dewi Retno Pamungkas, Reza Iqbal Suhada, & Ida Aninda. (2025). Implementasi Rekam Medis Elektronik Belum Menjamin Ketepatan Kode Diagnosis Kasus Gagal Ginjal. Jurnal Adijaya Multidisplin, 3(01), 56–62. Diambil dari https://e-journal.naureendigition.com/index.php/jam/article/view/1741